Cinta adalah sebuah perasaan yang ingin membagi bersama atau sebuah perasaan afeksi (yang lebih dari sekedar rasa simpati atau persahabatan) terhadap seseorang.
Cinta adalah sebuah aksi/kegiatan aktif yang dilakukan manusia
terhadap objek lain, berupa pengorbanan diri, empati, perhatian,
memberikan kasih sayang, membantu, menuruti perkataan, mengikuti, patuh,
dan mau melakukan apapun yang diinginkan objek tersebut.
Terlalu mencintai adalah
-rasa subyektif yang berlebihan yang mampu mengalahkan egois,
-lebih dalam dalam pengorbanan diri,
-lebih dalam dalam perhatian,
-lebih dalam dalam memberikan kasih sayang,
-lebih tunduk, lebih patuh untuk mengikuti arus,
-lebih dalam memamahi objek tersebut,
-lebih tahu tindakan yang harus dilakukan,
-lebih ikhlas dalam menuruti kemauan,
-lebih tunduk dan patuh terhadap perbedaan dan aturan, dan
-lebih dalam mau melakukan apapun juga yg diinginkan oleh objek tersebut.
-rasa subyektif yang berlebihan yang mampu mengalahkan egois,
-lebih dalam dalam pengorbanan diri,
-lebih dalam dalam perhatian,
-lebih dalam dalam memberikan kasih sayang,
-lebih tunduk, lebih patuh untuk mengikuti arus,
-lebih dalam memamahi objek tersebut,
-lebih tahu tindakan yang harus dilakukan,
-lebih ikhlas dalam menuruti kemauan,
-lebih tunduk dan patuh terhadap perbedaan dan aturan, dan
-lebih dalam mau melakukan apapun juga yg diinginkan oleh objek tersebut.
Nah, sungguh indah konsep Cinta diatas. Bagaimana jika sesuatu itu
berujung ke sakit hati ?. Gampang sekali. Sakit hati adalah kebalikan
dari Cinta !
Sakit hati dalam hubungan percintaan adalah sakit dari segala sakit.
Mungkin anda pernah mengalaminya. Mayoritas, Sakit hati disebabkan oleh
perbedaan pendapat atau pertentangan batin, perbedaan keinginan. Sakit
hati dikarenakan sifat amarah manusia lebih menguasai/dominan dari rasa
Cinta tersebut diatas. Karena sakit hati adalah kebalikan dari cinta,
maka sakit hati itu adalah :
-tidak ada pengorbanan diri,
-menolak rasa perhatian,
-tidak ada kasih sayang,
-tidak tunduk, tidak patuh dalam mengikuti arus,
-tidak memahami obyek,
-tidak mengetahui tindakan yang harus dilakukan,
-tidak ikhlas dalam menuruti kemauan,
-tidak tunduk/faham terhadap perbedaan dan aturan, dan
-tidak mau melakukan apapun yang diinginkan oleh subyek percintaan tersebut.
maka sakit hati itu adalah :
-tidak ada pengorbanan diri,
-menolak rasa perhatian,
-tidak ada kasih sayang,
-tidak tunduk, tidak patuh dalam mengikuti arus,
-tidak memahami obyek,
-tidak mengetahui tindakan yang harus dilakukan,
-tidak ikhlas dalam menuruti kemauan,
-tidak tunduk/faham terhadap perbedaan dan aturan, dan
-tidak mau melakukan apapun yang diinginkan oleh subyek percintaan tersebut.
Pertanyaannya sekarang adalah : Jika sudah terlalu mencintai, apakah ada konsep sakit hati ?
Menurut saya, terlalu mencintai adalah :
-rasa paling tinggi yang dominan mengalahkan sifat supiyah (iri, dengki),
-aluamah (rakus, congkak, sombong), dan
-amarah (pemarah).
Terlalu mencintai seharusnya berada di sifat mutmainah (kebaikan). Jadi harusnya terpisah dan murni tidak terkontaminasi oleh Supiyah, Aluamah dan Amarah.
Menurut saya, terlalu mencintai adalah :
-rasa paling tinggi yang dominan mengalahkan sifat supiyah (iri, dengki),
-aluamah (rakus, congkak, sombong), dan
-amarah (pemarah).
Terlalu mencintai seharusnya berada di sifat mutmainah (kebaikan). Jadi harusnya terpisah dan murni tidak terkontaminasi oleh Supiyah, Aluamah dan Amarah.
Jika ada seseorang yang berkata : Terlalu mencintai pada akhirnya
memperoleh sakit hati.
Hehehehe (ketawa dulu).
Ini namanya tidak faham tentang konsep Cinta dan Terlalu Mencintai seperti tertulis diatas.
Ini namanya tidak faham tentang konsep Cinta dan Terlalu Mencintai seperti tertulis diatas.
Seperti penjelasan tentang Sakit Hati, akan berujung ke Sakit Hati
karena Supiyah, Aluamah, dan Amarah selalu dominan dalam hubungan
percintaan. Itu saja jawabnya.
Penegasannya kembali adalah : Sakit Hati
adalah kebalikan dari Cinta!

No comments:
Post a Comment